Minggu, 03 Januari 2016

Tugas Softskill Pariwisata

OBJEK PARIWISATA
MUSEUM TAMAN PRASASTI





OLEH :
AGDISYA           10613315             3SA02


BAB I
PENDAHULUAN
            Makalah ini di susun untuk keperluan pembelajaran, khususnya untuk para pelajar dan seluruh generasi muda Indonesia agar lebih mengetahui serta menghargai peninggalan-peninggalan budaya yang memiliki nilai bersejarah. Selain itu, saya ingin menarik minat seluruh kalangan di Indonesia untuk lebih menjaga dan memperkenalkan peninggalan-peninggalan juga situs-situs bersejarah di Negara kita ini untuk generasi penerus, terlebih untuk pengetahuan Internasional agar menarik minat para wisatawan asing untuk datang dan memberikan apresiasi terhadap peninggalan-peninggalan tersebut, bukan malah di akui dan di jual di pasar gelap dan hanya memberikan manfaat untuk pihak-pihak tertentu.
Museum Taman Prasasti sendiri tergabung dengan Museum Sejarah Jakarta dalam satu management dimana keberadannya di ruang terbuka memberikan peluang penataan koleksi prasasti dan taman menyatu dalam suatu taman museum yang indah. Pengunjung dapat mempelajari latar belakang orang yang tertulis pada prasasti dan kaitannya dengan sejarah Kota Jakarta. Untuk lebih mengenalkan Museum Taman Prasasti kepada masyarakat, belakangan ini sering di gunakan sebagai lokasi syuting Video Clip, Film Dokumenter ataupun kegiatan seperti Foto Perrnikahan dan Lomba Fotografi.





  
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Karakteristik Museum
Museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan. Sejak tahun 1977, setiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai Hari Museum Internasional. Museum Taman Prasasti sendiri adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa colonial Belanda. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik. Museum seluas 1,2 ha ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu.
2.2 Kegunaan Museum
            Pada awalnya, museum bermula sebagai tempat untuk menyimpan koleksi milik individu, keluarga atau institusi kaya. Benda-benda yang disimpan biasanya merupakan karya seni dan benda-benda yang langka, atau kumpulan benda alam dan artefak arkeologi. Museum berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan manusia semakin membutuhkan bukti-bukti otentik mengenai catatan sejarah kebudayaan. Semula Museum Taman Prasasti ini adalah pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober seluas 5,5 ha dan dibangun tahun 1795 untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk (sekarang Museum Wayang) yang sudah penuh. Makam baru ini menyimpan koleksi nisan dari tahun sebelumnya karena sebagian besar dipindahkan dari pemakaman Nieuw Hollandse Kerk pada awal abad 19. Nisan yang dipindahkan ini ditandai dengan tulisan HK, Hollandsche Kerk. Pada tanggal 9 Juli 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober dijadikan museum dan dibuka untuk umum dengan koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. Karena perkembangan kota, luas museum ini kini menyusut tinggal hanya 1,3 ha saja.




BAB III
PEMBAHASAN
3.1        Profil Museum
Museum Taman Prasasti didirikan di bekas pemakaman kuno yang telah beroperasi sejak tahun 1795 yang lebih di kenal sebagai Kebon Jahe Kober. Dahulu pemakaman ini diperuntukkan bagi para bangsawan dan pejabat tinggi Belanda pada masa VOC berkuasa di Batavia. Namun, seiring berjalannya waktu juga di pergunakan untuk umum terutama mereka yang beragama nasrani. Sejak tahun 1975, pemakaman ini di tutup dan kemudian di pugar untuk kemudian diresmikan penggunaannya sebagai museum pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI kala itu, Bapak Ali Sadikin. Pada Agustus tahun 2003, Museum Taman Prasasti yang terletak di JL. Tanah Abang I No. 1 Jakarta Pusat, bergabung dalam satu management dengan Museum Sejarah Jakarta. Museum Taman Prasasti kaya akan berbagai gaya arsitektur klaisisme, neo-gatik dan Hindu-Jawa, Seni pembuatan nisan makam dari abad ke-17 sampai ke-20. Bangunan utamanya di bangun pada tahun 1844 juga menjadi unsure penting dalam lintasan sejarah. Bangunan di depan komplek pemakaman tua ini adalah bangunan bergaya Doria yang di sediakan untuk menyemayamkan jenazah sebelum upacara penguburan. Adapun beberapa koleksi berbagai prasasti nisan dari zaman Belanda serta makam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda yang ada di Museum Taman Prasasti adalah:





BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Museum tidak hanya menjadi sarana untuk berwisata, tapi juga menambah ilmu pengetahuan tentang warisan budaya di negeri ini. Banyak hal yang bisa kita pelajari seperti sejarah, status sosial dan juga menjadi bukti tentang apa yang ada dan pernah terjadi di Indonesia. Namun sayang, Museum di Indonesia kurang di minati oleh masyarakatnya sehingga Museum di Indonesia banyak yang kurang terawat dan memiliki fasilitas yang kurang mendukung.
4.2 Saran
            Sebaiknya, pemerintah lebih memperhatikan nasib Museum di Indonesia khususnya yang memiliki benda-benda yang tiada duanya di dunia. Selain itu, kita harus membuka mata masyarakat agar lebih peduli terhadap peninggalan bersejarah di negeri ini. Untuk pihak museum pun sebaiknya melakukan sesuatu yang menariik minat masyarakat untuk datang ke Museum, sehingga pemasukan Museum bertambah dan membuat Museum lebih baik lagi fasilitasnya.





DAFTAR PUSTAKA

·         Wikipedia (2014). Museum Taman Prasasti, http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Taman_Prasasti, (di akses 16 November 2014)




Bukti – bukti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar