OLEH
:
AGDISYA 10613315 3SA02
BAB
I
PENDAHULUAN
Makalah ini di
susun untuk keperluan pembelajaran, khususnya untuk para pelajar dan seluruh
generasi muda Indonesia agar lebih mengetahui serta menghargai peninggalan-peninggalan
budaya yang memiliki nilai bersejarah. Selain itu, saya ingin menarik minat
seluruh kalangan di Indonesia untuk lebih menjaga dan memperkenalkan
peninggalan-peninggalan juga situs-situs bersejarah di Negara kita ini untuk
generasi penerus, terlebih untuk pengetahuan Internasional agar menarik minat
para wisatawan asing untuk datang dan memberikan apresiasi terhadap
peninggalan-peninggalan tersebut, bukan malah di akui dan di jual di pasar
gelap dan hanya memberikan manfaat untuk pihak-pihak tertentu.
Museum Taman Prasasti sendiri tergabung dengan Museum Sejarah Jakarta dalam satu management dimana keberadannya di ruang terbuka memberikan peluang penataan koleksi prasasti dan taman menyatu dalam suatu taman museum yang indah. Pengunjung dapat mempelajari latar belakang orang yang tertulis pada prasasti dan kaitannya dengan sejarah Kota Jakarta. Untuk lebih mengenalkan Museum Taman Prasasti kepada masyarakat, belakangan ini sering di gunakan sebagai lokasi syuting Video Clip, Film Dokumenter ataupun kegiatan seperti Foto Perrnikahan dan Lomba Fotografi.
Museum Taman Prasasti sendiri tergabung dengan Museum Sejarah Jakarta dalam satu management dimana keberadannya di ruang terbuka memberikan peluang penataan koleksi prasasti dan taman menyatu dalam suatu taman museum yang indah. Pengunjung dapat mempelajari latar belakang orang yang tertulis pada prasasti dan kaitannya dengan sejarah Kota Jakarta. Untuk lebih mengenalkan Museum Taman Prasasti kepada masyarakat, belakangan ini sering di gunakan sebagai lokasi syuting Video Clip, Film Dokumenter ataupun kegiatan seperti Foto Perrnikahan dan Lomba Fotografi.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1
Karakteristik Museum
Museum adalah institusi permanen, nirlaba,
melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian,
mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat
untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi
bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu,
ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan. Sejak tahun 1977,
setiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai Hari Museum Internasional. Museum Taman Prasasti sendiri adalah sebuah museum cagar budaya
peninggalan masa colonial Belanda. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan
kuno serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta koleksi
kereta jenazah antik. Museum seluas 1,2 ha ini merupakan museum terbuka yang
menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung,
pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu.
2.2 Kegunaan Museum
Pada
awalnya, museum bermula sebagai tempat untuk menyimpan koleksi milik individu,
keluarga atau institusi kaya. Benda-benda yang disimpan biasanya merupakan
karya seni dan benda-benda yang langka, atau kumpulan benda alam dan artefak arkeologi.
Museum berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan manusia semakin
membutuhkan bukti-bukti otentik mengenai catatan sejarah kebudayaan. Semula
Museum Taman Prasasti ini adalah pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober seluas
5,5 ha dan dibangun tahun 1795 untuk menggantikan kuburan lain di samping
gereja Nieuw Hollandsche Kerk (sekarang Museum Wayang) yang sudah penuh. Makam
baru ini menyimpan koleksi nisan dari tahun sebelumnya karena sebagian besar
dipindahkan dari pemakaman Nieuw
Hollandse Kerk pada awal abad 19. Nisan yang dipindahkan ini ditandai
dengan tulisan HK, Hollandsche Kerk.
Pada tanggal 9 Juli 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober dijadikan museum dan
dibuka untuk umum dengan koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang
terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. Karena perkembangan kota, luas
museum ini kini menyusut tinggal hanya 1,3 ha saja.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Profil
Museum
Museum Taman
Prasasti didirikan di bekas pemakaman kuno yang telah beroperasi sejak tahun
1795 yang lebih di kenal sebagai Kebon Jahe Kober. Dahulu pemakaman ini
diperuntukkan bagi para bangsawan dan pejabat tinggi Belanda pada masa VOC
berkuasa di Batavia. Namun, seiring berjalannya waktu juga di pergunakan untuk
umum terutama mereka yang beragama nasrani. Sejak tahun 1975, pemakaman ini di
tutup dan kemudian di pugar untuk kemudian diresmikan penggunaannya sebagai
museum pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI kala itu, Bapak Ali Sadikin. Pada
Agustus tahun 2003, Museum Taman Prasasti yang terletak di JL. Tanah Abang I
No. 1 Jakarta Pusat, bergabung dalam satu management dengan Museum Sejarah
Jakarta. Museum Taman Prasasti kaya akan berbagai gaya arsitektur klaisisme,
neo-gatik dan Hindu-Jawa, Seni pembuatan nisan makam dari abad ke-17 sampai
ke-20. Bangunan utamanya di bangun pada tahun 1844 juga menjadi unsure penting
dalam lintasan sejarah. Bangunan di depan komplek pemakaman tua ini adalah
bangunan bergaya Doria yang di sediakan untuk menyemayamkan jenazah sebelum
upacara penguburan. Adapun beberapa koleksi berbagai prasasti nisan dari zaman Belanda
serta makam beberapa tokoh Belanda, Inggris dan Indonesia atau Hindia Belanda yang
ada di Museum Taman Prasasti adalah:
- Adriaan Oostwalt (Direktur Jenderal VOC)
- A.V. Michiels (tokoh militer Belanda pada
perang Buleleng)
- Dr. H.F. Roll (Pendiri STOVIA atau Sekolah Kedokteran pada zaman pendudukan Belanda)
- J.H.R. Kohler (tokoh militer Belanda pada perang Aceh)
- Olivia Marianne Raffles (istri Thomas Stamford
Raffles,
mantan Gubernur Hindia Belanda dan Singapura)
- Kapitan Jas, makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan
kesuburan, keselamatan, kemakmuran dan kebahagiaan.
- Miss Riboet,
tokoh opera pada tahun 1930-an
- Soe Hok Gie,
aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Museum tidak
hanya menjadi sarana untuk berwisata, tapi juga menambah ilmu pengetahuan
tentang warisan budaya di negeri ini. Banyak hal yang bisa kita pelajari
seperti sejarah, status sosial dan juga menjadi bukti tentang apa yang ada dan
pernah terjadi di Indonesia. Namun sayang, Museum di Indonesia kurang di minati
oleh masyarakatnya sehingga Museum di Indonesia banyak yang kurang terawat dan
memiliki fasilitas yang kurang mendukung.
4.2 Saran
Sebaiknya,
pemerintah lebih memperhatikan nasib Museum di Indonesia khususnya yang
memiliki benda-benda yang tiada duanya di dunia. Selain itu, kita harus membuka
mata masyarakat agar lebih peduli terhadap peninggalan bersejarah di negeri
ini. Untuk pihak museum pun sebaiknya melakukan sesuatu yang menariik minat
masyarakat untuk datang ke Museum, sehingga pemasukan Museum bertambah dan
membuat Museum lebih baik lagi fasilitasnya.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Wikipedia (2014). Museum Taman Prasasti, http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Taman_Prasasti, (di akses 16 November 2014)
Bukti – bukti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar